Kasembon Rafting. Masuk wilayah Kabupaten Malang pinggiran. Ditempuh hampir 3 jam dari Surabaya lewat Kediri. Perjalanan ke Kasembon kali itu lebih merupakan hadiah akhir tahun dari Bapak Direktur saya setelah di bulan-bulan terakhir kami dibebani berbagai event yang sungguh sangat berat. Semacam refreshing.

Acara rafting bersama satu kantor itu diikuti oleh 23 orang dan dibagi menjadi 5 Tim. Setelah usai mendengarkan penjelasan dari intruktur, kami berjalan menuju start yang letaknya ada di tengah sawah namun beraliran sungai deras. Tiap kelompok satu perahu dan didampingi satu orang instruktur yang akan memberi tanda kearah mana kami harus mendayung dan memperingatkan kalau di depan kami akan ada boom, semacam air terjun mini.

Bergantian kami memulai start, dan kebetulan kelompok saya adalah kelompok ketiga.selang beberapa menit, sang instruktur sudah mengingatkan kalau ada boom di depan kami. Terang saja, adrenalin saya langsung berpacu keras, semacam ada rasa takut. Tapi akhirnya kami bisa melewati boom pertama kami dengan sukses meskipun pelindung kepala teman satu Tim saya lepas. Lega rasanya.

Dua tim sebelum saya berhenti menunggu kami di depan sambil berteriak-teriak dan tertawa terbahak-bahak. Ternyata ada sebuah kejadian lucu sebelumnya. Dua orang teman saya terjatuh saat melewati boom pertama tersebut. Hahaha…

Setelah ke-lima tim berkumpul, kami melanjutkan perjalan menyusuri sungai tersebut dengan kesepakatan saling berlomba menjadi yang terdepan. Sambil bergurau, saling menjatuhkan, menyiramkan air sungai dengan dayung dan tabrak menabrak membuat rafting kala itu menjadi sangat menyenangkan.

Karena menempuh jarak sekitar 7 kilometer, Kasembon Rafting menyediakan rest area di tengah-tengah perjalanan yang menyajikan gorengan dan minuman penghangat tubuh. 10 menit istirahat cukup untuk membuat kami kembali bersemangat melanjutkan sisa perjalanan.

Boom demi boom sudah kami lewati. Banyak jeram sudah kami takhlukkan. Hamper diakhir perjalanan, keusilan orang-orang yang sengaja membalik perahu kami sempat membuat shock. Bagaimana tidak jika karena hal tersebut kami tenggelam di arus sederas itu. Namun ternyata perbuatan itu sudah menjadi kebiasaan di spot tersebut. Disana kami bermain-main mengikuti arus dengan tubuh terlentang. Dan itu sangat-sangat menyenangkan.

Karena dirasa cukup, kami pun melanjutkan perjalanan. Setelah melewati beberapa jeram, perjalanan kamipun berakhir. Rasanya masih enggan mengakhirinya, tapi apa mau dikata.

Untuk menuju Kasembon Rafting, kami diangkut dengan sebuah truck. Karena harus berjubel, kamipun menikmatinya dengan berteriak-teriak, menyanyi dan saling menceritakan kejadian-kejadian lucu yang kami alami. Namun sial, di jarak sekitar 0,5 kilometer sebelum Kasembon Rafting, ban truck kami meletus. Alhasil, daripada menunggu kami memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sebuah pengalaman menakjubkan.

Setelah sampai di tempat, kami langsung menyantap makan siang yang sudah disediakan. Setelah itu kami membersihkan diri dan bersiap kembali ke Surabaya lagi. Meskipun tak lama, itu menjadi pengalaman yang akan saya kenang selamanya.