Yang Perlu dibawa

Apa saja yang perlu dibawa saat mau rafting di Kasembon Malang?
1. Niat yang kuat, semangat pasti bisa dan rasa senang (wajib)
2. Kaos lengan panjang dan celana panjang / pendek selama rafting (bawa sendiri, sewa juga ada)
3. Topi (optional)
4. Baju ganti (bawa sendiri)
5. Helm (sudah kami sediakan)
6. Dayung (sudah kami sediakan)
7. Pelampung (sudah kami sediakan)
8. Sandal / sepatu yang ringan

Yang tidak perlu dibawa dan boleh dititipkan:
1. Dompet
2. Handphone
3. Perhiasan yang mengganggu
4. Cek / biro gilyet (“-“)
5. Arloji/jam tangan
6. Tas, mobil, anak-anak, bayi dll (apa saja yang dirasa perlu deh….)

Klik di sini untuk pemesanan rafting kasembon.

kasembon rafting

Tips Rafting Pemula

Tips Arung Jeram Bagi Pemula

Arung Jeram kegiatan di air deras yang menyenangkan. Tetapi banyak orang yang malas berkegiatan Arung Jeram atau rafting dengan alasan tidak bisa berenang atau juga tidak merasa mahir berenang. Padahal, tidak bisa berenang bukan masalah, Anda tetap bisa ikut merasakan betapa serunya Arung Jeram. Tetapi, resiko tetaplah ada, apalagi Arung Jeram adalah olahraga yang memicu adrenalin.

Dan bagi pemula dalam kegiatan Arung Jeram atau rafting ini, Anda perlu mengikuti tips Arung Jeram bagi pemula berikut ini:

Kondisi tubuh
Sebaiknya peserta Arung Jeram dalam kondisi berbadan sehat. Tidak masalah jika Anda tidak bisa berenang, namun sebaiknya utarakan kepada pemandu bahwa Anda tidak bisa berenang. Untuk usia peserta, kebijakan setiap operator berbeda – beda karena tergantung kondisi sungai dan tingkat kesulitan pengarungan.

Pakaian
Sebaiknya kenakan celana pendek dan kaus katun yang nyaman. Agar nyaman, kenakan sandal sebagai alas kaki. Sebaiknya gunakan sandal gunung daripada mengenakan sandal jepit.

Perlengkapan.
Gunakan helm pelindung dan jaket pelampung ( life jacket ). Pilih jaket sesuai ukuran tubuh Anda. Cari jaket yang pas di badan, tidak kesempitan maupun terlalu longgar. Jaket pelampung tersedia dalam beberapa ukuran dan bisa diatur.

Pilih helm dengan ukuran pas di kepala
Helm tersedia dalam beberapa ukuran. Cara memastikan helm yang pas adalah tali tidak menyeberang dagu, melainkan berada di bawah dagu. Tetapi jangan sampai tali terlalu sempit hingga menyakiti dagu Anda.

Pemanasan
Tak ada salahnya Anda melakukan sedikit pemanasan sebelum melakukan Arung Jeram. Di beberapa operator Arung Jeram, hal ini seringkali jarang dilakukan. Namun tetap saja, Arung Jeram adalah olahraga. Jika pemanasan kurang, bisa – bisa di tengah mengayuh dayung, tangan Anda kram.

Posisi duduk
Duduklah di tepi perahu karet. Jangan di tengah ataupun di dasar perahu karet. Hal ini untuk memudahkan Anda menyeimbangkan tubuh. Ikuti instruksi di mana sebaiknya Anda duduk. Kadang posisi duduk diatur sesuai dengan berat badan peserta.

Anda bisa memilih duduk di sisi kiri atau sisi kanan. Ingatlah posisi duduk Anda karena berhubungan dengan cara mengayuh dayung dan instruksi saat mengayuh. Lalu jepit kaki di bagian dasar perahu. Ada kantung khusus untuk meletakkan kaki agar Anda tak mudah terjengkang.

Dayung
Anda harus memperhatikan dengan benar cara membawa dan menggunakan dayung. Walau tampak hanya sebilah papan, salah – salah Anda bisa melukai diri sendiri maupun orang lain saat mendayung. Jika Anda duduk di sebelah kanan, genggam ujung dayung berbentuk “T” dengan telapak tangan kanan. Sementara tangan sebelah kiri menggenggam tengah – tengah tongkat dayung.

Mengayuh
Sebelum memulai Arung Jeram, instruktur biasanya akan mengajarkan terlebih dahulu berbagai aba – aba. Di antaranya adalah instruksi “Maju” dan “Mundur”. Instruksi “Maju” yaitu dayung dikayuh ke arah dalam untuk membuat perahu maju. Sebaliknya dari arah dalam ke luar akan membuat perahu mundur dan diinstruksikan dengan aba – aba “Mundur”.

Untuk aba – aba mengayuh biasanya ada tambahan intruksi berupa “Kanan” dan “Kiri”. Hal ini untuk menunjuk ke orang yang bertugas mengayuh. Jadi, instruksi yang biasa diucapkan berupa “Kanan Maju, Kiri Mundur” atau “Kanan Mundur, Kiri Maju”. Kedua instruksi ini untuk membantu pemandu dalam membelokkan perahu ke kanan atau ke kiri.

Jadi misalnya “Kanan Maju, Kiri Mundur”, maka orang yang duduk di sebelah kanan segera mengayuh maju dayungnya, sementara orang yang duduk di kiri serentak mengayuh dayung mundur. Sebaliknya, instruksi “Kanan Mundur, Kiri Maju” maka orang yang duduk di kiri mengayuh dayung maju dan orang yang di sebelah kanan mendayung ke arah mundur.

Selain itu, terdapat pula aba – aba “Stop”. Jika Anda mendengar instruksi ini, maka angkat dayung Anda atau berhenti mengayuh dayung. Ada pula instruksi “Pindah Kanan” dan “Pindah Kiri”. Bila terdengar “Pindah Kanan”, maka orang di sebelah kiri segera pindah ke sisi kanan perahu, sementara orang di sebelah kanan tetap di posisinya. Begitu sebaliknya, jika terdengar instruksi “Pindah Kiri”.

Jika Anda mendengar instruksi “Boom”, maka instruksi ini dimaksudkan untuk menghindari jeram. Peserta segera mengangkat dayung dan badan merunduk ke dalam perahu, serta berpegangan pada perahu. Hal ini agar menjaga keseimbangan badan agar tidak terlempar ke sungai.

Saat terjatuh
Bila Anda terlempar ke sungai, tetaplah tenang dan jangan panik. Namun, cara berenangnya tidak seperti berenang di kolam renang. Arahkan tubuh Anda menghadap ke atas atau bawah tubuh menjadi terlentang, seakan sedang berbaring di atas air.

Lalu arahkan tubuh sesuai arus sungai, jangan melawan arus atau membelakangi arus. Angkat kaki tinggi dan menghadap ke depan atau ke arah hilir sungai. Hal ini agar Anda mengetahui jika ada batu di depan Anda dan bisa menahannya dengan kaki.

Jika Anda terlempar cukup jauh, biasanya pemandu akan melempar tali sepanjang 20 meter. Peserta bisa menyambar tali tersebut dan akan ditarik menuju perahu.

Perahu terbalik
Kadang saat arus deras atau memang disengaja, perahu akan terbalik. Di beberapa kejadian, peserta akan berada di dalam perahu yang terbalik. Suasana yang seketika gelap kadang membuat panik. Jika hal ini terjadi, tetaplah tenang.

Walau perahu terbalik, di perahu terdapat celah udara. Cobalah keluar dari balik perahu dengan cara menyelam. Namun sebenarnya di dalam perahu pun tetap aman. Hanya saja sebaiknya berusaha keluar agar tidak terkena batu.

Tips Rafting Asyik

Tips Rafting / Arung Jeram

Tips arung jeram bagi anda yang menyukai kegiatan olahraga wisata air ini ataupun bagi anda yang ingin mencoba arung jeram sebagai pemula. Arung jeram adalah kegiatan olahraga yang berhubungan dengan alam, yakni sungai – sungai berarus liar. Membangkitkan adrenalin serta ketegangan saat di tengah arus deras, tetapi juga menyenangkan dan melepas penat kegiatan sehari – hari anda.

Ketika melintasi jeram, berteriaklah dengan keras sepuasnya karena itu adalah sah – sah saja. Nah, sebelum berarung jeram, simak tips berikut.

Kondisi Fit
Anda tentunya harus memiliki kondisi yang sehat dan fit saat mengikuti kegiatan arung jeram. Apabila anda merasa ragu dengan kemampuan mengikuti kegiatan arung jeram atau kesehatan tidak mendukung maka sebaiknya cek kesehatan terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan ini.

Ikuti Instruksi
Sebelum memulai pengarungan, anda akan diberikan instruksi. Mulai dari apa yang harus dilakukan jika anda terlempar keluar dari perahu dan bagaimana berusaha agar tetap aman. Ikutilah semua instruksi pemandu. Jika Aada tetap terlempar keluar perahu maka berenang akan lebih mengasyikan dalam pengarungan anda!

Kamera Anti Air
Tidak dianjurkan untuk membawa video rekam atau kamera saat pengarungan. Karena akan mudah rusak bila terkena air. Kecuali jika anda memiliki kamera khusus untuk kegiatan outdoor yang anti air. Pengelola arung jeram biasanya menyiapkan tenaga fotografer yang akan mengabadikan kegiatan pangarungan anda. Selanjutnya anda dapat dilihat atau dipesan setelah selesai pengarungan.

Apabila Tak Bisa Berenang.
Anda yang tidak dapat berenang? Maka anda tidak dianjurkan mengikuti kegiatan arung jeram pada sungai yang memiliki tingkat kesulitan class 4 atau class 5. Cukuplah menikmati jeram dengan mengenakan pelampung. Pilih sungai dengan tingkat kesulitan class 2 dan class 3.

Kacamata
Untuk anda yang berkacamata, disarankan untuk memberikan pengait tali pada kacamata agar tidak terlepas.

Krim Tabir Surya
Saat anda menggunakan krim tabir surya ( sunscreen ) maka jangan gunakan di kening. Sebab, saat terkena air akan berbahaya bila terkena mata. Jangan juga menggunakannya pada kaki bagian belakang. Hal ini dapat menyebabkan terpeleset.

Alas Kaki
Tidak dianjurkan mengenakan sandal. Sandal tidak memberikan proteksi bahkan sedikit menyulitkan bila dipakai berenang. Kenakanlah sepatu olahraga atau sandal gunung. Lebih bagus bila anda memiliki sepatu khusus untuk kegiatan arung jeram akan lebih baik lagi.

Pakaian
Dianjurkan pula untuk mengenakan pakaian dari bahan synthetic fleece, polypro, capilene atau wol pada bagian dalamnya. Jangan mengenakan pakaian dari bahan katun. Bahan ini akan membuat anda kedinginan saat basah.

Wet Suit
Saat cuaca panas dengan suhu air dingin disarankan mengenakan wet suit. Sementara saat cuaca dingin dan suhu air dingin pada sungai class 5 kenakan wet suit dikombinasi dengan jaket khusus. Berbeda jika cuaca hangat dan suhu air yang tidak terlalu dingin. Sebaiknya kenakan pakaian olahraga dan t – shirt saja. (belantara indonesia)

Selain itu Anda juga akan diberi briefing:
Sebelum berangkat peserta akan diberi penjelasan singkat tentang cara berarung jeram. Disini peserta akan dikenalkan dengan beberapa istilah yang dipakai. Seperti “Maju” yang berarti mendayung maju, “Mundur” yang berarti mendayung mundur, “Stop” berarti berhenti mendayung, “Kiri Mundur” yang berarti pendayung kiri mendayung mundur dan pendayung kanan tetap mendayung maju, “Kanan Mundur” berarti pendayung kanan mendayung mundur dan pendayung kiri tetap mendayung maju, “Pindah Kiri/Kanan/Belakang” yang berarti peserta harus pindah duduk ke arah yang diperintahkan dan yang paling penting yaitu “Boom” yang berarti peserta harus duduk di lantai dalam perahu dan mengangkat dayungnya menghadap ke atas – ini dilakukan apabila melewati jeram yang sangat deras dengan dinding samping yang sangat sempit.

Sejarah Rafting

Sejarah atau asal – usul Arung Jeram

Asal – usul Arung Jeram, kegiatan olahraga air deras yang banyak di gemari oleh kalangan penggiat alam bebas sebagai lahan menguji keberanian diri dalam menghadapi derasnya arus sungai, silahkan di ketahui bagi para penggemarnya. Arung Jeram adalah olahraga yang penuh tantangan, tetapi bagi penyukanya, kegiatan tersebut menjadi favorit, alasannya, karena tantangannya. Dan berikut ini asal – usul Arung Jeram.

Sejak zaman purbakala manusia yang mendiami bumi ini lebih banyak tinggal di daerah dimana terdapat banyak air. Dalam melangsungkan hidupnya manusia selalu mengarungi sungai – sungai untuk mencari bahan makanan atau yang lainnya. Dan peralatan yang mereka pergunakan adalah benda – benda yang terdapat disekitar mereka misalnya, batang pohon yang diikat banyak sebagai media untuk mengapung.

Ada juga yang membuat perahu dari batang pohon yang besar dimana batang pohon tersebut kemudian dilubangi. Suku di Canada zaman dahulu telah memulai pengembangannya, lalu orang – orang Carib Indian mengembangkannya dan menamakannya Pirogue, sedangkan orang primitif biasa menyebutnya Dug Out Canoe. Orang – orang Maoris dari New Zealand mengembangkan Dug Out Canoe maha besar untuk mengangkut pasukan tempur mereka. Sementara suku Kwakiuti Indian daei Vancouver, Canada menghiasi perahu mereka dengan ukiran yang indah.

Bark Out Canoe adalah pengembangan dari Dug Out Canoe, dimana dibuat dari tempelan papan – papan oleh orang Indian Amerika Utara. Orang Eskimo menciptakan Skin Covered Craft yaitu perahu yang dibungkus dengan kulit binatang agar tidak tembus air.

Akhirnya pada abad 19 seorang pramuka bernama John Macgregor mengembangkan kendaraan air ini untuk rekreasi dan olahraga. Zaman terus berkembang, orang tertarik akan keindahan dan lingkungan sungai dan terus mengembangkan kegiatan ini. Material perahu ini juga berkembang hingga ke plastik, aluminium, fiberglass dan karet.

Selanjutnya orang mulai berfikir bagaimana caranya agar dapat mengarungi sungai dengan kendaraan yang dapat menampung penumpang lebih banyak dan perbekalan. Setelah perang dunia II usai, perahu angkatan laut milik Amerika mulai digunakan untuk mengarungi sungai. Namun perahu ini didesain untuk menerjang ombak laut, bukanlah untuk di jeram. Arung Jeram dilakukan dengan menggunakan perahu bulat yang disebut ”Basket Boat” karena bentuknya mirip keranjang. Perahu ini selalu penuh dengan air bahkan hanya dengan melewati jeram kecil. Sampai saat ini perahu jenis ini masih digunakan pada sungai yang mudah.

Di tahun 1950, sebagai kegiatan yang mulai banyak digemari, kualitas perahupun ditingkatkan. Maka mulailah diproduksi perahu khusus untuk Arung Jeram dengan bentuk khusus yang naik dibagian depan dan belakangnya dengan material yang lebih kuat dan dapat mengangkut orang dan perbekalan lebih banyak.

Sampai tahun 1983, para pengarung jeram tidak mempunyai pilihan lain selain menimba air keluar perahu setelah melewati jeram. Para pengarung jeram sering mengalami “mimpi buruk” bila harus kehilangan “timba alias ember” untuk menimba perahu.

Setelah beberapa macam perahu dicoba, tahun 1983 perahu dapat mengeluarkan air sendiri disebut ”Self Bailer” berhasil diproduksi oleh Jim Cassady. Kunci sukses perahu ini adalah lantainya yang diberi angin. Lantai yang berisi udara ini akan selalu mengapung di atas permukaan air sehingga dengan sendirinya air keluar lewat lubang disekeliling lantai perahu.

Negara kita yang hampir sebagian besar terdiri dari air tidaklah mengherankan kalau sejak dulu kala bangsa kita sudah mengenal pengarungan sungai. Misalnya di pulau Kalimantan suku – suku Dayak telah lama mengarungi sungai Mahakam atau Kapuas dengan perahu biduk, yang juga terbuat dari batang pohon yang dilubangi, juga suku – suku pedalaman di Irian, yang hidup disekitar sungai Mamberamo. Dan suku – suku lain di Nusantara ini.

Sedangkan kegiatan pengarungan sungai berarus deras dengan menggunakan perahu karet yang tercatat dalam sejarah adalah ketika diselenggarakannya Lomba Arung Sungai Citarum I yang diadakan oleh kelompok pendaki gunung dan penempuh rimba Wanadri, Bandung, yang juga mendapat dukungan dari Angkatan Laut kita.

Momen ini boleh dikatakan sebagai titik tolak dari perkembangan arung jeram di Indonesia. Klub – klub pecinta alam seperti Wanadri dan Mapala UI yang kemudian melakukan serangkaian kegiatan ekspedisi. Selain menggunakan perahu karet kegiatan ini juga sudah dikembangkan dengan menggunakan kayak dan canoe.

Ekspedisi Internasional pertama di bidang arung jeram ini dilakukan oleh klub Aranyacala Trisakti yang mengarungi sungai – sungai bagian California, Oregon dan Idaho, USA pada tahun 1992.

Melihat perkembangan yang sangat pesat dari kegiatan ini pada era 90 – an, beberapa penggiat mulai membutuhkan suatu wadah komunikasi bagi para penggiat arung jeram di Indonesia. Pada tanggal 29 Maret 1996, berdiri Federasi Arung Jeram Indonesia, yang dibidani oleh 30 klub arung jeram baik komersil maupun amatir. Ini adalah satu titik tolak menuju perkembangan orde baru dalam dunia Arung Jeram Indonesia.

Perlengkapan Arung Jeram

Perlengkapan  yang harus anda perlu ketahui sebelum mengikuti Arung Jeram di Kasembon Rafting

Bagi sebagian orang, olahraga arung jeram mungkin sangat asing dan belum pernah dilakukan. Hal itu dikerenakan kurangnya informasi mengenai olahraga rafting ini. Atau bahkan sudah mendengar akan tetapi takut untuk mengikutinya.
Sebagai perkenalan untuk memasyarakatkan olahraga Arung Jeram ini, berikut adalah beberapa perlengkapan yang biasanya digunakan dalam melakukan kegiatan Arung Jeram di Kasembon Rafting :

1.Perahu : berfungsi sebagai alat pengangkut/transportasi saat melakukan pengarungan.

Kapasitas perahu rafting sangat bermacam-macam, mulai dari kapasitas empat orang sampai ada perahu yang berkapasitas enam orang.

2.Dayung : berfungsi untuk mengarahkan laju perahu. Biasa disebut dengan paddle, dayung ini terdiri dari tiga bagian. Yang pertama adalah pegangan atau biasa yang disebut T grip. Kedua adalah Gagang, yang biasanya terbuat dari aluminium. Dan yang terakhir adalah bilah, terbuat dari fiber yang dilapisi dengan serat karbon.

3.Pelampung : berfungsi untuk membantu pengguna agar tidak tenggelam. Terbuat dari bahan kain yang tahan air yang diisi dengan gabus tebal yang membuat beban akan terapung.

4.Helm : berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan. Benturan kepala dengan batu, kepala dengan kepala atau kepala dengan dayung.

5.Tali : berfungsi sebagai pegangan atau tumpuan kaki serta sebagai jangkat untuk mengikat perahu. Tali ini diikat melingkari perahu.

6.Sandal : berfungsi melindungi telapak kaki dari benda yang berbahaya. Sandal ini harus kuat dan ringan serta tahan terhadap air.

Cara Aman Rafting

Cara Aman Berarung jeram atau rafting di Kasembon

Arung jeram atau dalam bahasa lain dan lebih terkenalnya adalah rafting, memerlukan kekompakan dalam tim, karena arung jeram adalah kegiatan yang melibatkan banyak orang, tak mungkin sendirian, karena jika sendirian di sebut tukang pancing! Kegiatan alam yang cenderung menjadi wisata sungai ini memerlukan strategi untuk aman. Nah ada beberapa cara agar aman dalam ber arung jeram.

Kasembon Rafting